Medan Amplas Sediakan Pojok Merokok

Camat Medan Amplas Zulfakhri Ahmadi (kiri) didampingi Sekcam Medan Amplas Ahmad Barli Nasution (tengah) sedang duduk dipojok merokok di Kantor Camat Medan Amplas, Kamis (11/2).

Camat Medan Amplas Zulfakhri Ahmadi (kiri) didampingi Sekcam Medan Amplas Ahmad Barli Nasution (tengah) sedang duduk dipojok merokok di Kantor Camat Medan Amplas, Kamis (11/2).

MEDAN – Guna menciptakan lingkungan bersih, meminimalisir polusi udara yang mengancam akan kesehatan pengunjung dan aparatur pemerintahan di Kawasan Kantor Camat Medan Amplas telah disediakan sebuah tempat pojok merokok.

Pojok merokok yang terletak di belakang bangunan berbentuk letter U diharapkan semakin menertibkan para perokok pengunjung maupun pegawai aparatur pemerintahan. Dalam hal ini pihaknya juga akan memperbanyak tulisan larangan merokok dan mengimbau perokok untuk ke pojok merokok.

“Aturan merokok di pojok merokok tidak hanya untuk pengunjung akan tetapi juga pegawai Kecamatan Medan Amplas. Sejauh ini memang belum ada tindakan yang diberikan kepada mereka (perokok) sembarangan tapi kalau kita lihat langsung tegur,” kata Camat Medan Amplas Zulfakhri Ahmadi didampingi Sekcam Medan Amplas Ahmad Barli Nasution kepada KORAN SINDO MEDAN disela-sela menunjukkan pojok merokok.

Mantan Camat Medan Selayang ini menuturkan pojok merokok dengan menyediakan tempat duduk yang dikeramik serta tempat yang rindang dihiasi pohon markisa itu. Supaya perokok terdorong merokok kesana sehingga tidak menganggu pengunjung maupun pewagai yang tidak merokok. Pasalnya, asap rokok tidak hanya berdampak kepada perokok saja melainkan juga orang yang ada disekitarnya.

Pendirian pojok merokok ini sesuai Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan Nomor 4 tahun 2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Dikatakannya, sosialisasi larangan merokok di kawasan kantor sudah mulai aktif sejak beberapa bulan terakhir ini.

“Kita memang tidak bisa merlarang mereka pencandu atau perokok. Tidak mudah bagi perokok untuk berhenti.  Makanya tetap kita sediakan pojok merokok. Lokasi yang dipilih tentu tempat terbuka dengan suasana lebih alami dan humanis serta bersih,” katanya.

Meskipun demikian dia tetap berharap agar aparatur pemerintahan jajaran Kecamatan Medan Amplas dan warga berhenti mengonsumsi produk berbahan nikotin itu. Oleh karena itu, sosialisasi tentang Perda KTR yang sudah dilakukan bisa memberikan pemahaman dan menyadarkan terhadap dampak merokok.

Sementara itu, salah pegawai Kecamatan Medan Amplas, Imran menuturkan keberadaan pojok merokok tersebut diharapkan dapat menertibkan para perokok sehingga tidak menganggu orang lain. Pasalnya, tidak jarang akibat asap itu mengnggu pegawai yang tidak merokok. “Kita berharap keberadaan pojok merokok bisa digunakan sebaik mungkin. Sehingga perokok bisa duduk disana saja, tidak ganggu orang yang tidak merokok,” katanya. (irwan siregar)

Sumber: KORAN SINDO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *