Kecamatan Medan Amplas Jadi Tujuan Studi Banding

FOTO: Sekcam Medan Amplas, Barli Mulia Nasution menerima cendramata dari rombongan studi banding tiga kecamatan dari Kota Bandung masing-masing Kidul, Bandung Wetan dan Cinambo di Kantor Camat Medan Amplas, Senin (19/12).

MEDAN – Kecamatan Medan Amplas belakangan dipercaya sebagai tujuan untuk studi banding dari sejumlah daerah di luar Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Kali ini, tiga kecamatan sekaligus dari Kota Bandung melakukan studi banding di Kecamatan yang dipimpin oleh Zulfakhri Ahmadi.

Masing-masing kecamatan yang melakukan studi banding Bandung di Kecamatan Medan Amplas, Senin (19/12) adalah Kidul, Bandung Wetan dan Cinambo, Kota Bandung Kedatangan rombongan yang dipimpin Yane Nurhayati yang juga selaku Kasubag Program dan Keuangan Kecamatan Bandung Kidul disambut baik oleh Sekretaris Camat Medan Amplas, Barli Mulia Nasution.

Dalam kesempatan tersebut, Yane menyampaikan kedatangan untuk mengetahui tentang sejumlah program yang ada di Kecamatan Medan Amplas, termasuk pelayanan jemput bola (Jempol), Struktur Kecamatan, Kelurahan dan dukungan dari berbagai pihak termasuk CRS dari perusahaan di wilayah tersebut. Tidak hanya itu, Yane juga ingin program Posyandu di kecamatan tersebut.

Namun, menariknya dalam perdiskusi tersebut sejumlah Kecamatan di Bandung sudah melakukan kordinasi melalui media sosial khususnya Wat’s App (WA). Bahkan seluruh Kecamatan dan Kelurahan sudah harus melek terhadap teknologi internet. Dimana setiap harinya membuat laporan kinernya untuk atasannya.

“Pegawai disana harus pandai IT, bahkan setiap kantor harus memiliki orang IT. Laporan harus dilakukan via WA, dan itu dipantau langsung Wali Kota Bandung,” katanya.

Namun, Yeni mengakui terhadap kerjasama dengan CRS perusahaan yang ada diwilayah tersebut perlu dilakukan. Pemanfaatan CSR tersebut akan membuat berbagai kegiatan ditingkat Kecamatan semakin banyak untuk membantu warganya.

Sementara itu, Sekcam Medan Amplas, Barli Mulia Nasution menyampaikan beberapa program yang sedang digalakkan, termasuk pelayanan Jempol dan kerjasama dengan sejumlah perusahaan tentang penyaluaran CSR. Dikatakannya, sejauh ini kordinasi dengan lurah dan kepala lingkungan (kepling) rutin dilakukan.

“Tadi lebih banyak berdiskusi bersama, termasuk dalam keunggulan program di masing-masing kecamatan,” ujarnya.

Barli mengakui bangga beberapa bulan belakangan ini kantor camat yang terletak jalan Garu III itu menjadi tempat untuk studi banding sejumlah kecamatan dari luar provinsi Sumut. “Alhamdulillah, kalau ada studi banding dari Sumut kami dipercaya. Disini tentunya kami bisa sama-sama belajar,” tambahnya.

Seperti diketahui, sejumlah kecamatan yang melakukan studi banding kecamatan tersebut diantaraa Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, Senin (29/8), Kecamatan Antapani, Kota Bandung, Rabu (24/8), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) termasuk beberapa kecamatan, Selasa (6/9), Kecamatan dari Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (10/11), Kecamatan Benda, Kota Tangerang, Provinsi Banten (23/11) dan Tiga Kevamatan Kidul, Bandung Wetan dan Cinambo, Kota Bandung, Senin (19/12). (KORAN SINDO MEDAN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *